Awal Mula

DVCYQX2VMAMvecd

Aku rasa hampir sebagian dari kita pernah membayangkan tentang kehidupan masa tua kelak. Jika kemudian pertanyaan tersebut ditanyakan padaku, pada masa-masa ketika aku rasanya cuma tinggal menunggu mati, aku ingin kembali mengenang masa lalu. Salah satunya tentang kekonyolanku bersama para bajingan itu. Tapi kepikunan adalah ancaman yang nyata. Walaupun pemberitahuan kenangan di masa lalu tersebut bisa saja ada di facebook atau apalah namanya kelak jika masih ada, tapi tetap saja, detail-detail akan kebersamaan tersebutlah yang rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan.

Aku putuskan menulis semua ini sekarang, selagi semua masih sangat dekat untuk kujangkau dalam ingatan.

Awalnya aku mengira kehidupan selepas kuliah akan sangat terasa kaku. Pikiran ini tentu saja tidak terlepas dari kenyataan bahwa kami adalah calon pekerja kantoran pada institusi pemerintah. Bayang-bayang kekhawatiran ini tentu saja telah terpikirkan sejak awal kami masuk ke kampus, bahwa kelak ketika saatnya telah tiba, kami harus, mau tidak mau, siap dengan segala kemungkinan tersebar di seluruh pelosok negeri.

Ketika kuliah, kami dengan caranya masing-masing telah mencoba menikmati semua ketika masanya. Dalam kampus yang luasnya bahkan tidak lebih besar dibanding Taman Suropati- Menteng, tersebut, segala nostalgia itu tercipta. Terlepas dari betapa membosankannya duduk selama 2,5 jam mendengarkan ceramah-ceramah abstrak dari para dosen setiap sesi matakuliah, … (aku bingung mau menuliskan apa lagi, sudahlah) … , kami, kuyakin tetap bisa dan telah berhasil melewati itu semua. Kami telah melewati seleksi alam yang cukup melelahkan selama kurang lebih 4 tahun disana. Dan pada akhirnya, rasa cinta dan bangga terhadap almamater akan tetap ada di hati kami semua. Aku sangat yakin akan hal itu.

Kami pasti kelak akan merindukan tempat itu dan segala kenangan di dalamnya, walau tak akan menjamin kami mau kembali ke tempat itu. Kurasa sebagian besar dari kami berpikiran sama, hanya mau menjalani kehidupan itu, pada masa itu, sekali itu saja, karena memang hidup mesti terus berlanjut.

Iklan

menebak (..) mu

Pikiran baikku akan mengisi lama sekali untuk yang pertama, mencoba berkali-kali untuk yang kedua dan menjawab, mesti menunggu dan antre pada yang ketiga.

Pikiran buruklah yang kemudian dengan sangat berat cuma akan membuat masam, terlihat linglung, dungu, tolol, aneh, dan idiot. Terpikirkan berhari-hari. Mungkin akan terlihat sangat, ahsudahlah. Bertemu aku, bertemu aku, dan bertemu aku.

Lagu mengalun. All I Want. Kodaline.

All I want is nothing more.

To hear you knocking at my door

‘Cause if I could see your face once more

I could die as a happy man I’m sure

.

Aku ngantuk, nanti masuk.

Nikah-Nikah itu Menunggu Liverpool

ba8d64d0d6b6564047889cc2c0a286a7
Liverpool

Ditanya, kamu kapan nikah?

Dijawab, nunggu Liverpool juara.
.
Diketawain.
.
Tak apa. Aku yakin, Liverpool akan juara.

Kalo tidak musim ini, ya musim depan.
Kalo tidak musim depan, ya musim depannya lagi.

Semua butuh proses, toh?


PS:
Sebetulnya jawaban “Nunggu Liverpool juara” itu bentuk rasa malas dan engganku untuk menjawab pertanyaan macam itu.

Aku dulu mikirnya kalau mau ngurus nikah itu sebetulnya sederhana saja.
Tinggal ke menghadap orang tuanya, “minta restu”, siapkan mahar dan segala ini-itu, ke KUA, Ijab Kabul, “SAH-SAH? SAHHH!!!
Tapi makin kesini jadi makin sadar ‘urusan begini’ tak sesederhana itu.


Ah sudahlah. Aku nulis begini kek udah punya calon aja, hahahahahaha (ketawabgzt!)

Toh, selamanya aku akan tetap tidak pernah berjalan sendiri selama tetap jadi Fans Liverpool.

You’ll Never Walk Alone!

Omong Kosong Juga Kalau Dia Kubiarkan Memendam Sesuatu yang Sudah Semestinya Diungkapkan Saja

giphy
Hmmm

Sejak pagi tadi dia membatin. Kupersilakan saja dia omong sepuasnya. Ku pikir-pikir omong kosong juga kalau dia kubiarkan memendam sesuatu yang sudah semestinya diungkapkan saja.

Kuberi dia waktu 15 detik untuk tenang dulu.

Kubilang dia, telingaku siap mendengar.

5 detik terakhir keadaan sudah tenang. Dikeluarkan HP miliknya. Rupanya dia ingin memutar sebuah lagu.

Setelah bait-bait awal lagu itu mengalun, dia bertanya’ “Kau pasti tahu lagu ini, kan?”. Ku jawab dengan anggukan kecil, tapi penasaran.

“Kau harus tahu, lagu ini sudah kudengar seperti bernapas. Sialnya lagi, lagu ini seperti mengejek. Penciptanya hebat betul hingga tahu akan ada masanya laki sepertiku tertarik pada perempuan seperti dia yang itu.”

Dia berhenti sejenak. Kemudian kembali melanjutkan.

“Kau tahu kan siapa ‘dia yang itu’ yang kumaksud?”

“Ya, tentu saja! ‘Dia yang itu’, yang sering kau ceritakan beberapa hari ini. Terus kenapa?  Bukankah kau sendiri yang bilang kalau kau bahagia, kau senang, dan yang lebih penting, kau sendiri yang bilang kau menikmati segala prosesnya?”

Lagunya ternyata telah selesai. Diputar lagi olehnya. Diatur supaya lagunya selalu yang ini.

Kemudian semuanya diceritakan olehnya. Setelahnya dia bertanya, “Sekarang gimana baiknya menurutmu?”

Hmm…

4 Buku 150!

Kita awali tulisan ini dengan lagu Wiz Khalifa ft. Charlie Puth yang sangat fenomenal sewaktu film ‘Fast and Furious 7’ booming :

It’s been a long day without you, my friend. And I’ll tell you all about it when I see you again.

Wah sudah lama sekali ya sejak saya nulis di ‘kamar’ ini. Saya jadi merasa bersalah karena telah mengkhianati kamu… Nawaitu.
Memang ada banyak sekali yang bisa saya jadikan alasan untuk pembenaran kelalaian ini. Tapi ya sudahlah. Menulis dan mengisi kembali ‘kamar’ ini adalah permintaan maaf yang paling sesuai, bukan?

Saya mau mengawali comeback dengan menceritakan pengalaman hari ini sajalah. Topik yang ringan saja dulu. (Jika kalian menebak saya kehabisan topik, kalian sangat benar, hahaha)


Saya baru saja pulang dari Gramedia Matraman. Setelah kecewa tidak  dapat sayur kangkung, akhirnya saya beli saja buku. Dan inilah buku-buku yang saya bawa pulang, tentu setelah sah membayar di kasir. Haha

IMG-20170323-WA0000

Jadi….ya, tulisan ini cuma untuk membahas buku yang saya beli tadi. Mari kita bahas dari buku yang paling saya rasa bagus.


TAMASYA BOLA

Cinta, Gairah, dan Luka dalam Sepakbola

IMG-20170323-WA0001

Buku dari Penerbit Mojok ini sudah lama saya incar, karena memang pada dasarnya saya pecinta sepakbola. Buku yang ditulis oleh Darmanto Simaepa ini berisi narasi-narasi tentang dunia sepakbola dan sekitarnya yang bersinggungan.
Walaupun belum saya baca, tapi saya yakin ini adalah buku yang bagus karena saya direkomendasikan oleh kawan kelas saya yang juga sama-sama pecinta buku dan sepakbola.

Harga : Rp 85.000

 


Aksi Massa

IMG-20170323-WA0004

Perlukah saya meragukan kualitas buku-buku Tan Malaka?

Ya, Tan Malaka. Bapak Republik yang Dilupakan.Saya sudah membaca buku legendarisnya, MADILOG. Luar biasa kawan!
Karena buku tersebut pulalah, saya jadi mengenal lebih jelas siapa itu Tan Malaka, bagaimana perjuangannya dan karya-karyanya yang lain.

Begitu melihat buku terbitan Narasi ini, langsung saya beli. Selain karena ini buku lama, harganya juga murah sekali. Kebetulan adanya di stand bazaar buku murah depan Gramedia Matraman. Harganya cuma Rp 20.000!


Chairil Anwar, Pelopor Angkatan ’45

IMG-20170323-WA0002Buku tentang penyair legendaris yang ditulis oleh kawannya, seorang tokoh kritikus sastra legendaris, H.B Jassin.

Buku terbitan Narasi yang juga sudah lama saya idam-idamkan, karena saya memang pengagum Chairil Anwar. Dalam bayangan saya, ini akan jadi buku yang sangat sangat sangat menarik untuk saya baca. Saya sangat yakin!

Oh iya, karena ini buku lama, ya ketemunya juga di stand bazaar, jadi ya saya sangat beruntung membelinya dengan harga cuma Rp 30.000


Aku Tak Marah

IMG-20170323-WA0003

 Terus terang, saya baru mendengar nama penulis novel ini, Djokolelono. Bahkan saya baru tau ada penerbit Moka Media. Kalian ada yang sudah tau? Hmm, sepakat saja, berarti kita mainnya kurang jauh, pulangnya kurang larut dan gaulnya kurang asik. Haha

Saya putuskan untuk membeli buku ini karena tertarik dengan bagian resensi di belakang buku ini. Katakan pada saya kalo ini tidak menarik? Jelas menarik, bukan?

Harganya juga sangat bersahabat karena dapatnya di stand bazaar. Cuma Rp 15.000, kawan!

AKU TAK MARAH bercerita tentang duniayang dekat sekaligus asing bagi pembaca umum Indonesia: kehidupan warga miskin kota besar dan pinggiran kota besar. Ia, dengan bahasa yang terang dan akurat, menyajikan peristiwa-peristiwa yang terjadi setiap hari~namun kerap luput dari pengamatan kita~ sebagai karya fiksi yang jenaka dan mudah dipahami. Dan yang terpenting, sebagaimana halnya novel-novel realis yang baik, AKU TAK MARAH tidak menggambarkan tokoh-tokohnya secara hitam-putih.


Saya merasa sangat beruntung hari ini. Bisa membeli 4 buku bagus dan menarik dengan uang 150 ribu.

Kemudian kalau ada yang  ‘Gilak kau coy, ini kan udah akhir bulan!’.

Com’on dude, 4 buku 150!
4, men! Lumayan untuk nambah koleksi!
Buku, coy! Ini investasi ilmu!
cuma 150, bro! Normalnya untuk dapat 4 buku bagus dan menarik kita mesti merogoh kocek minimal 200 ribu. (Asumsi: 1 buku bagus minimal 50 ribu)


 

Kalian ada rekomendasi buku bagus dan menarik untuk dimiliki? Tolong bagitau awak!

Cuma Ini Saja

: untuk Shania Aqilla, siapapun itu. Nama lamamu?


img-20170131-wa0004

Pada dinding dimana fotomu ada

Kutempelkan rasa

Maka biarkanlah itu mengembara

 

Toh ini cuma Jakarta-Jogja

Bukan New York-Jakarta

Cukup punya tiga hari libur, tunggulah, aku akan tiba

 

Katakan inginmu kemana?

Keliling jogja?

Gampang, motor bisa kusewa

 

Katakan inginmu apa?

Es cream lima?

Haha, duitku cuma pas untuk beli tiga

 

Sajak ini memang sederhana

Isinya pun cuma ini saja

Tapi karena sekarang aku di Jogja

Jadilah istimewa

Kita